Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Artikel. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 November 2009


Beberapa hari yang lalu ada sales dari TIRA (Tiga Raksa) presentasi buku ama aku. Disitu dia nerangin perbedaan antara Otak Kanan dan Otak Kiri, dan cara nge-tes seseorang itu lebih banyak pake otak kiri atau kanan. Caranya gini : Tangkupkan dengan cepat jari-jari kedua tangan, selang-seling. Kalo ternyata posisi jempol kiri paling atas (diatas jempol kanan) berarti kita lebih banyak menggunakan otak kanan, begitu juga sebaliknya. Perbedaannya apa ?  Aku gak hapal persis point2nya. Intinya kl Otak Kanan itu menyukai seni/keindahan, suka berkhayal, tidak suka urut-urutan dalam mengerjakan sesuatu
Otak Kiri itu orangnya teratur, analitis, teoritis, lebih fokus pada sesuatu.
Aku ? Jelas otak kanan .. he..he.. di rumah aku nge tes ayahnya ammar dan ternyata dia cenderung otak kiri ..(no wonder). Setelah dipikir emang kurang cucok kerjaanku sekarang ama kepribadian he..he..
Ammar ? belum bisa di tes...xixxxi..pas aku ajarin dia cuma bengong di depan aku dan tepuk tangan. ^^;

 Mei 13, 2009

Posted by ekojuli in YANG TERCECER.
trackback

Seseorang yang ‘hebat’ secara akademis, pada umumnya sangat kuat dalam logika, kata, daftar, angka, linieritas, analisis, dan sejenisnya. Menurut Tony Buzan (Use Your Head: 1993): hasil aktivitas otak kiri manusia.
Adapun otak kanan lebih berkaitan menangani irama, imajinasi, warna, angan-angan, kesadaran ruang, gambaran menyeluruh dan dimensi. Belakangan berkumandang anjuran, jangan hanya memanfaatkan otak kiri, otak kanan juga dong.
Konon, para ilmuwan hebat memanfaatkan otak kiri. Para seniman kuat di otak kanan. Mana tahu, Sampeyan hebat memanfaatkan otak kiri, canggih membedayakan otak kiri. Piawai menghitung fulus fasih berimajinasi. Mana tahu lho.
Dalam kegiatan Entrepreneurship Event tahun 2008 beberapa bulan yang lalu, salah satu pembicara mengatakan bahwa faktor penentu kesuksesan seorang wirausahawan diantaranya adalah lebih dominannya otak kanan daripada otak kiri. Menurutnya, dengan berpikir memakai otak kiri yang serba rasional, orang akan cenderung ragu untuk melangkah dan tidak berani mengambil keputusan untuk memulai berbisnis. Sebaliknya, orang yang lebih dominan menggunakan otak kanannya dinilai lebih peka menangkap peluang, lebih encer menuangkan ide atau gagasannya, lebih kreatif, inovatif dan lebih berani mewujudkan gagasan atau idenya, bahkan terkesan tidak banyak pertimbangan dalam menangkap peluang. Seorang wirausahawan biasanya cepat mengambil keputusan, tangkap dulu peluang, bagaimana mewujudkannya itu urusan nanti.  Informasi ini terus terang menggelitik saya untuk mengetahui lebih jauh tentang otak kanan dan otak kiri. Apa benar sich ?.

otak-kiri-kanan1Beginilah anatomi otak kita. Ada dua belahan otak kita, yaitu belahan otak kanan dan otak kiri. Setiap belahan otak kita, baik otak kiri ataupun otak kanan, mempunyai fungsi yang berbeda.  Belahan otak kiri berhubungan dengan logika, analisa, bahasa, rangkaian (sequence), dan matematika. Otak kiri biasanya diidentikkan dengan kecerdasan analitik. Jadi, belahan otak kiri kita berhubungan dengan hal-hal yang kuantitatif, berpikir teoritis, intelektual, logis, linier dan rasional. Otak kiri kita akan merespon terhadap masukan-masukan yang membutuhkan kemampuan mengupas, menelaah atau meninjau (critiquing), menyatakan (declaring), menganalisa, menjelaskan, berdiskusi dan memutuskan (judging).  Cara kerja otak kiri sangat rapi, terstruktur dan sistematis. Biasanya otak kiri ini sangat bermanfaat saat digunakan untuk memahami hal-hal yang kompleks dan perlu pemikiran yang mendetail. Orang yang biasanya lebih mengandalkan otak kiri adalah seorang peneliti atau scientist.
Ciri-ciri orang yang lebih dominan otak kirinya adalah :
•Mampu menghasilkan sesuatu dengan matang dan terstruktur
•Sering dapat juara / rangking di kelas atau IP tiap semester bagus.
•Menyukai matematik dan sesuatu yang berhubungan dengan logika
•Berfikir analitis,tajam dan jelas
•Serius dalam segala hal
•Enterprener yang sukses lewat perhitungan matang
•Lebih disiplin dalam segala hal
•Belajar terus-jarang keluar kamar, urusan akademik melulu.
•Bersifat tertutup, kurang bergaul (kuper),
•Tidak menyukai petualangan / tantangan
Bagaimana dengan Otak kanan ?.
Belahan otak kanan berkaitan dengan ritme, kreativitas, warna (visual), imajinasi dan dimensi. Otak kanan sering diasumsikan dengan kemunculan gagasan, ide, gairah, keberanian, emosi, dan seni. Belahan otak kanan kita sangat berperan pada saat melakukan aktivitas motorik seperti menggambar, memeragakan, bermain, berolahraga, bernyanyi, dan aktifitas motorik lainnya.
Cara kerja otak kanan ini biasanya tidak terstruktur, dan cenderung tidak memikirkan hal-hal yang terlalu mendetail. Contoh orang yang mengandalkan otak kanannya dibandingkan otak kirinya adalah seniman.
Ciri-ciri orang yang lebih dominan otak kanannya adalah sbb :
•mampu menghasilkan gagasan dan ide-ide briliant
•Jenius dalam menanggapi setiap peluang dan kesempatan
•Berani menanggung resiko untuk jadi lebih baik
•Pintar menyesuaikan dengan lingkungan
•Entrepreneur yang sukses meskipun tidak sekolah tinggi.
•Tidak kuper (sering bergaul, konyol, dan suka becanda)
•Menyukai sesuatu yang unik dan baru
•Suka berpetualang dan tantangan
•Suka kebebasan, Tidak suka terikat
•Tidak suka hitungan, logika dan skema-skema yang ruwet.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pada umumnya dominasi fungsi otak kiri jauh lebih besar daripada otak kanan, karena kemampuan analisis, logika dan matematika (hitungan kuantitatif) lebih dominan diajarkan dalam proses pembelajaran kita dibandingkan fungsi belahan otak kanan yang sangat kurang dioptimalkan. Sejak awal pendidikan tidak lebih dari 10 % mata pelajaran yang memakai fungsi belahan otak kanan, misalnya untuk pengembangan kreativitas, keberanian, inovasi, dan berkesenian.
Kalau saya pikir-pikir, apa yang dilakukan UGM akhir-akhir ini melalui pengembangan soft skill mahasiswa, sistem pembelajaran Active Learning, SCL ataupun RBL, serta pengembangan semangat entrepreneurship di  kalangan mahasiswa merupakan upaya untuk memberdayakan atau mengoptimalkan fungsi otak kanan, sehingga tercapai keseimbangan fungsi otak kanan dan otak kiri. Dengan program-program tersebut, diharapkan mahasiswa mempunyai kemampuan berkomunikasi, berani mengambil resiko, berani menghadapi tantangan, semakin kreatif – inovatif , dan sebagainya.
Bagaimana dengan anda ?. Kalau saat ini anda merasa kurang seimbang atau lebih dominan fungsi otak kanan atau otak kiri saja, saran saya tidak perlu khawatir dan tetaplah bersyukur. Mengapa ? Ya alhumdillah setidaknya kita termasuk orang yang masih punya otak…. (he….he…he…..).
Disarikan dari berbagai sumber.
Informasi terkait : Cerdaskan Otak Kanan dan Kiri (www.majalahpengusaha.com)

SEKEDAR SHARING

Seseorang yang ‘hebat’ secara akademis, pada umumnya sangat kuat dalam logika, kata, daftar, angka, linieritas, analisis, dan sejenisnya. Menurut Tony Buzan (Use Your Head: 1993): hasil aktivitas otak kiri manusia.

Adapun otak kanan lebih berkaitan menangani irama, imajinasi, warna, angan-angan, kesadaran ruang, gambaran menyeluruh dan dimensi. Belakangan berkumandang anjuran, jangan hanya memanfaatkan otak kiri, otak kanan juga dong.
Konon, para ilmuwan hebat memanfaatkan otak kiri. Para seniman kuat di otak kanan. Mana tahu, Sampeyan hebat memanfaatkan otak kiri, canggih membedayakan otak kiri. Piawai menghitung fulus fasih berimajinasi. Mana tahu lho.
Setiap manusia memiliki kecenderungannya masing2 dalam penggunaan otak kanan atau otak kiri, baik sadar ataupun dibawah sadarnya. Hal ini bergantung pada banyak faktor yang mempengaruhinya sejak masih kecil bahkan sejak dalam kandungan. Kecenderungan berpikir dengan otak kanan ataupun kiri merupakan hasil dari suatu proses yang sangat panjang dan yang tak boleh kita lupakan adalah kecenderungan ini adalah suatu berkah ciptaan Allah, Sang Maha Pencipta.
Dikarenakan kedua kecenderungan berpikir ini, baik dengan otak kanan maupun dengan otak kiri merupakan ciptaan Allah, maka ada baiknya kita masing2 membuka diri untuk menyelami dan menghayati keperbedaan ini, dengan sikap yang positif.
Untuk memahami fungsi otak kita, saya coba uraikan sebagai berikut:
Otak kanan — KREATIF — Bentuk, Intuisi, Lagu &musik, Warna warni, Simbol, Gambar, Imajinasi, Menghayal
Otak kiri – ANALITIK — Bahasa verbal, Matematika, Logika, Angka2, Urutan2, Penilaian, Analisis, Linier
Dari penjabaran diatas, kita dapat simpulkan betapa perbedaan “bahasa” diantara kedua sisi otak kita adalah tidak sama. Seorang yang memilih jurusan, profesi atau pekerjaan berdasarkan kemampuan otaknya dalam mencerna “bahasa” pikiran, tentunya telah terbiasa menggunakan bagian otaknya (kanan atau kiri) sehingga bagian tersebut lebih banyak berperan dalam kehidupannya sehari-hari. Sehingga adalah kurang tepat, bila serta merta seorang seniman musik dipaksakan bekerja untuk menghitung angka2, rumus2 dan analisa. Demikian juga sebaliknya, adalah kurang tepat bila serta merta seorang financial analisis dipaksakan bekerja untuk hal2 yang bebahasa symbol, imajinasi dan gambar abstrak.
Selayaknya kita menganggap kecenderungan ini bukan sebagai suatu kelemahan, tapi justru menjadi suatu kelebihan pada tiap individu. Kelebihan yang bila diolah dengan baik akan menghasilkan KEKUATAN dalam diri individu itu sendiri. .
NAH.., KLU YANG INI
PERCOBAAN KONFLIK OTAK KIRI DAN OTAK KANAN
dengan TEST WARNA
otak kiri dan otak kanan
Coba anda perhatikan tulisan-tulisan di atas yang menyatakan warna (Kuning, orange, biru, hitam, dan selanjutnya), kemudian sebutkanlah warnanya bukan menyebutkan tulisannya. Otak kanan anda berusaha menyebutkan warnanya, tetapi otak kiri anda tetap membaca tulisannya ! Coba anda praktekkan, pasti anda akan terganggu oleh konflik otak kiri dan otak kanan anda.
analisis yg panjang x lebar silakan mampir disini
source: blog eko juli (maaf om admin, langsung copas agak2 males nulis lagi :P)
Sabtu, 21 November 2009

By Deddy Andaka, dr

Tak bisa dipungkiri kalau aktivitas utama ngeblog itu ya menulis. Dan menurut saya menulis itu pekerjaan yang gampang-gampang susah (atau susah-susah gampang). Kalau lagi in the mood alias kebanjiran ide, kita bisa menulis kayak orang kesetanan. Tapi begitu mandek, bisa-bisa sebulan ga ada nulis postingan. Mas Jonru dalam bukunya yang berjudul “Menerbitkan Buku Itu Gampang” memberi sebuah tips yang menurut saya oke banget. Gunakan otak kanan dulu, baru otak kiri.
Seperti yang kita ketahui, otak kanan merupakan gudangnya kreativitas dan spontanitas. Sedangkan otak kiri adalah otak yang suka menganalisis dan banyak pertimbangan. Jadi ketika mulai menulis biarkan otak kanan dulu yang bekerja. Jangan menggunakan aturan ini itu, musti gini musti gitu. Tak perlu memperhatikan tata bahasa dan aturannya. Yang penting tulis dulu sampai selesai. Setelah itu istirahatkan otak kanan dan barulah giliran otak kiri yang bekerja. Mulailah memperhatikan tata bahasa yang sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan bacalah keseluruhan tulisan untuk memperhatikan hubungan antar kalimat secara utuh.
Ada sebuah test menarik yang saya ambil dari situs The Daily Telegraph, sebuah test yang menguji otak mana yang sedang Anda gunakan. Coba perhatikan gambar penari di bawah ini. Apakah Anda melihat penari tersebut berputar searah jarum jam? Ataukah malah sebaliknya?
Apabila Anda melihatnya berputar searah jarum jam, berarti Anda lebih banyak menggunakan otak kanan Anda, begitu juga sebaliknya. Nah setelah itu fokus dan cobalah merubah arah putaran untuk memberikan kesempatan kepada bagian lain otak Anda untuk bekerja. Ayo… Anda pasti bisa! :)
Kanan… Kiri… Kanan… Kiri… Kanan… Kiri…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Google Translate

Free Ebooks and Software

free counters